Catatan Sebuah Perjalanan

Menjejak Langkah, Belajar dari Bunda dan Ayah

Surat untuk Isa (bagian 1)

Isa..!!, semoga kesejahteraan terlimpah atas-mu, pada hari engkau dilahirkan, pada hari engkau diwafatkan, dan pada hari engkau dibangkitkan hidup kembali..

Perjuangan berat bunda, dimulai saat engkau masih berumur (kira-kira) 7 minggu. Perut bunda yang tidak biasa enek, tiba-tiba mual-mual, makan tidak enak, tidurpun juga demikian. Aduhai gerangan ada apa ini..? begitu kira-kira Bunda bertanya pada ayah. “Masuk angin kali..”, begitu kata ayah mencoba menghibur. “Bagaimana kalau nanti sore kita pergi ke dokter, sekalian periksa dan beli vitamin.

Tanpa diduga sebelumnya, bahwa ayah dan bunda akan mendapat kabar yang ruaarr biasa menggembirakan. Bagaimana tidak..? ayah dan bunda akan mendapat karunia yang besar dari Allah berupa anak…. Alhamdulillah…

Ternyata bunda enek, mual-mual, dan tidak berkeinginan untuk makan, hanya ingin makan yang asem-asem dan seger-seger, adalah efek mengandung Isa…! tapi ternyata Bunda menjalaninya dengan tabah dan sabar, semua itu karena Bunda sayang sama Isa. Isa harus sayang sama Bunda juga yaaa…!!!

Juni 29, 2007 - Posted by | Untuk Isa

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.